Ingin memanfaatkan ijazah
S1 untuk menghasilkan uang dan memanfaatkan waktu luang di sela kesibukan
kuliah S2, itulah motivasi saya melamar pekerjaan pada 2015 lalu. Kebetulan, jadwal
kuliah S2 tidak sepadat kuliah S1, dalam seminggu saya hanya butuh 4-5 hari
pergi ke kampus yang kelasnya kebanyakan berlangsung dari pagi hingga siang
hari, atau dari siang hingga sore hari saja. Jadi, masih memungkinkan untuk
bekerja. Tentu saja, saya harus memilih pekerjaan yang waktunya fleksibel. Saat
itu, yang terpikir adalah melamar menjadi guru di Bimbingan Belajar (Bimbel).
Nah, Nurul Fikri (NF) ini
adalah salah satu lembaga Bimbel yang cukup besar dan terkenal di Indonesia. Karena
merupakan lembaga Bimbel yang islami, maka salah satu syarat untuk menjadi
pengajar di sini adalah beragama islam dan berpakaian sopan, seperti wajib
berjilbab bagi pengajar muslimah. Syarat lainnya adalah mahasiswa S1 semester
akhir dari PTN atau lulusan S1 dari PTN. Sebetulnya sih tidak ada alasan khusus
mengapa saya memilih NF, kebetulan saja setelah mengirim surat lamaran ke
beberapa Bimbel, NF yang lebih dulu memanggil saya untuk mengikuti tes.
Sebelum mengikuti tes di
NF, tentu saja kita perlu mengirim surat lamaran. Tidak perlu menunggu ada
lowongan, karena biasanya kita akan dipanggil untuk seleksi selama Bimbel masih
membutuhkan guru, dan kualifikasi calon guru sesuai dengan yang dipersyaratkan.
Berdasarkan pengalaman
saya kala itu, dalam mengirim surat lamaran, ada beberapa berkas yang juga saya
lampirkan. Yaitu Curriculum Vitae, fotocopy ijazah, fotocopy transkrip nilai,
dan foto diri. Tidak ribet, kan? Semuanya dimasukkan ke dalam satu map, dan
ditujukan untuk Pimpinan NF cabang Depok. Lamaran ini saya bawa langsung ke kantor
NF terdekat, dan diserahkan ke bagian administrasi.
Sekitar 3 hari setelah
mengirim berkas lamaran, saya mendapat SMS dari NF, isinya yaitu undangan untuk
mengikuti serangkaian tes yang terdiri dari tes tulis, microteaching, dan
interview. Serangkaian tes tersebut dilaksanakan pada hari yang sama. Lokasi
tes di NF pusat, yaitu di Jalan Nusantara Depok, padahal saya mengirim lamaran
ke NF Sawangan Depok. Ternyata, untuk tesnya memang berlokasi di NF pusat
daerah setempat, meskipun kita mengirimkan ke NF cabang. Dan NF Sawangan Depok
merupakan cabang, saya baru tahu setelah diterima sebagai pengajar.
Sejujurnya, saya tidak
begitu well prepare untuk mengikuti tes kali ini, karena rentang waktu mulai
saya menerima SMS hingga pelaksanaan tes itu cukup singkat, kalau tidak salah
sekitar 2 hari. Jadi ya modal utamanya adalah percaya diri.
Pada saat tes, berkas yang
saya bawa adalah berkas lamaran yang isinya sama dengan berkas lamaran lalu.
Yaitu Curriculum Vitae, fotocopy ijazah, fotocopy transkrip nilai, dan foto
diri. Tidak lupa, saya juga membawa alat tulis. Nah, yang tidak kalah penting
saat tes adalah berpakaian rapi dan sopan. Bagi perempuan, sangat dianjurkan
mengenakan pakaian yang longgar, berjilbab, dan alangkah baiknya mengenakan
rok. Jika ingin mengenakan celana, pilihlah celana bahan yang tidak ketat, dan
hindari mengenakan jeans. Lalu gunakan pula alas kaki yang tertutup.
Tes berlangsung pagi hari
sekitar pukul 10.00 pagi. Tes pertama adalah tes tertulis yang materinya
terdiri dari soal-soal mata pelajaran terkait posisi yang kita lamar. Karena
saya melamar sebagai guru kimia, maka saya diminta untuk menjawab soal-soal
kimia. Bentuk soal terdiri dari pilihan ganda dengan pokok bahasan merupakan
campuran materi Kimia dari kelas X sampai kelas XII SMA. Saat mengerjakan soal,
saya tidak terlalu menemui banyak kesulitan karena kebetulan tipe soalnya
sering saya temui saat saya belajar dari semacam buku panduan Tips dan Trik
menjawab soal kimia. Jadi saran saya, pelajari saja materi dari rangkuman soal
atau buku saku yang banyak tersedia di toko buku, semacam itu.
Setelah kurang lebih satu
jam mengerjakan soal, kemudian saya melaksanakan mirco teaching. Micro teaching
merupakan simulasi mengajar di dalam kelas dengan waktu singkat, sekitar 10-15
menit. Saya dibebaskan untuk memilih materi kimia yang paling saya kuasai untuk
disampaikan di dalam kelas, saat itu saya menyampaikan materi tentang
kesetimbangan kimia. Layaknya mengajar di dalam kelas, saya memulai micro
teaching dengan menyampaikan salam, tujuan belajar hari ini, menyampaikan
materi secara singkat, membuka sesi pertanyaan, lalu menutup dengan kesimpulan.
Hal yang penting dalam micro teaching adalah tidak gugup, tetap tenang, dan
berkomunikasi secara dua arah, misalnya dengan melihat audience pada saat
menjelaskan. Untuk audience sendiri pada micro teaching bukanlah siswa, melainkan
kepala kantor NF.
Selanjutnya, saya memasuki
tahap interview dimana interviewernya adalah kepala NF didampingi dengan salah
satu guru. Proses interview ini cukup santai ya, dan pertanyaannya juga tidak
sulit serta dilakukan dalam bahasa Indonesia. Beberapa pertanyaan yang saya
ingat diantaranya mengenai motivasi dan pengalaman mengajar, komitmen untuk
serius meskipun waktu mengajar fleksibel, serta kesediaan untuk menerima dan
menjalani hak serta kewajiban yang berlaku di NF apabila diterima.
Begitulah serangkaian
tes untuk menjadi pengajar di NF. Selanjutnya, beberapa hari setelah mengikuti
tes, saya mendapat SMS dari kepala NF Depok yang menyatakan bahwa saya
diterima. Dan diberikan instruksi lebih lanjut oleh bagian penjadwalan pada
hari berikutnya. Tentu saja senang ya, karena tesnya berjalan dengan lancar dan
yang saya senangi dari tes di NF adalah
calon guru diperlakukan sangat baik. NF melaksanakan proses seleksi dengan
tahapan dan jadwal yang jelas, serta sama sekali tidak mempersulit. Saya pernah
mengikuti tes pengajar di salah satu Bimbel lain, dan sangat menjengkelkan
karena pada saat micro teaching yang seharusnya hanya berlangsung sebentar,
justru berlangsung beberapa kali dan parahnya micro teaching ini dilakukan
langsung di depan siswa, artinya Bimbel tersebut mengambil keuntungan dari
calon guru karena calon guru mengajar sebelum dinyatakan diterima. Saya
mem-black list Bimbel tersebut dengan memutuskan untuk tidak melanjutkan tes. Pada
prinsipnya, proses seleksi ini seperti gerbang dalam suatu bangunan, kalau
gerbangnya bagus, maka orang akan tertarik untuk masuk. Begitu juga, proses
seleksi yang baik membawa saya pada keyakinan bahwa tempat tersebut akan memberi
kebaikan dan manfaat bagi saya dalam menjalani karir. Pelamar kerja perlu memiliki
prinsip menghargai diri sendiri dengan memilih tempat kerja yang baik, seperti yang
melaksanakan tahapan seleksi yang jelas serta tidak merugikan pelamar.
kak, saya ingin tanya, untuk tes tulis, microteaching, dan wawancara itu dilaksanakan satu hari apa beda hari ya?
ReplyDeleteterima kasih
👍👍
ReplyDeleteKak, gaji guru freelance di NF berapa ya?
ReplyDelete